Friday, November 19, 2010

JADIKAN KRITIKAN TAJAM SEBAGAI PENGHORMATAN. Oleh: Dr Aidh Bin Abdullah Al-Qarni

Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang yang pandir yang tidak berakal. Maka apalagi saya, anda dan kita sebagai manusia yang selalu terpeleset dan salah. Dalam hidup ini, terutama jika anda seorang yang selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, maka anda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit. Mungkin pula, sesekali anda akan mendapat cemuhan dan hinaan dari orang lain.

Dan mereka tidak pernah diam mengkritik anda sebelum anda masuk ke dalam liang lahad, menaik tangga ke langit, dan berpisah dengan mereka. Adapun bila anda masih berada di tengah-tengah mereka, maka selalu ada perbuatan mereka yang membuat anda bersedih dan menitiskan air mata, mengalirkan darah kematian anda, dan mengusik ketenangan anda.

Perlu diingat, orang yang duduk di atas tanah tidak akan pernah jatuh, dan manusia tidak akan pernah memandang anjing yang sudah mati. Adapun mereka, marah dan kesal kepada anda kerana mungkin anda mengungguli mereka dalam hal kebaikan, keilmuan, tindak tanduk, atau harta. Jelasnya, anda di mata mereka adalah orang berdosa yang tidak terampun sampai anda melepaskan semua kurnia dan nikmat Allah yang pada diri anda, atau sampai anda meninggalkan semua sifat terpuji dan nilai-nilai luhur yang selama ini anda pegang teguh. Dan menjadi orang yang bodoh, pandir dan tolol adalah mereka yang inginkan dari diri anda.

Oleh sebab itu, waspadalah terhadap apa yang mereka katakan, kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemuhan dan hinaan mereka! Bersikaplah laksana batu karang; tetap kukuh berdiri meskipun diterpa butiran-butiran salji yang menderanya setiap saat dan ia justeru semakin kukuh  kerananya. Ertinya; jika anda merasa terusik dan terpengaruh oleh kritikan atau cemuhan mereka, bererti anda telah meluluskan keinginan mereka untuk mengotori dan mencemarkan kehidupan anda. Pedahal, yang terbaik adalah menjawab atau tindak balas kritikan mereka dengan menunjukkan akhlak yang baik. Acuhkan saja mereka, jangan anda merasa tertekan oleh setiap angkara mereka untuk menjatuhkan anda! Sebab, kritikan mereka yang menyakitkan itu pada hakikatnya merupakan ungkapan perghormatan untuk anda, yakni, semakin tinggi darjat dan posisi yang anda duduki, maka akan semakin  pedas pula kritikan itu,

Anda akan mampu menutup mulut mereka dan menahan gerakan lidah mereka. Yang anda mampu adalah mengubur dalam-dalam setiap kritikan mereka, dan bersikap acuh tak acuh tehadap mereka. Dan cukup mengomentari setiap perkataan mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT di dalam surah Ali-Iram ayat 119: matilah kamu dengan kemarahan kamu itu....

Bahkan, anda juga dapat melawan perkataan mereka yang buruk dengan diam seribu bahasa dengan cara memperbaiki akhlak dan meluruskan setiap kesalahan anda. Dan bila anda ingin diterima oleh semua pihak, dicintai semua orang, dan terhindar dari cela, bererti anda  telah menginginkan  sesuatu yang mustahil terjadi dan mengangankan sesuatu yang terlalu jauh untuk diwujudkan.

No comments:

Post a Comment